Implementasi SHA-256 untuk Integritas Data Digital dalam Upaya Mencegah Manipulasi Informasi

Authors

  • Syurahbil Politeknik Hasan Abdi

Abstract

Manipulasi dan pemalsuan data digital merupakan ancaman serius terhadap integritas informasi di era transformasi digital. Dokumen, arsip elektronik, bukti digital, dan data transaksi rentan dimodifikasi tanpa jejak, sehingga diperlukan mekanisme kriptografis yang mampu mendeteksi perubahan isi secara presisi. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan algoritma SHA-256 (Secure Hash Algorithm 256-bit) untuk menjaga integritas data digital dalam upaya mencegah manipulasi informasi. SHA-256 merupakan fungsi hash kriptografis satu arah yang menghasilkan message digest berukuran tetap 256 bit, dengan tingkat resistensi kolisi sekitar 128 bit dan ketahanan terhadap serangan preimage dan second preimage yang kuat. Metode penelitian meliputi studi literatur, perancangan sistem verifikasi integritas, implementasi fungsi hash SHA-256 terhadap berbagai jenis data digital, serta pengujian melalui skenario modifikasi data. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai hash dari data asli dan data yang telah dimodifikasi, termasuk pengujian avalanche effect untuk mengukur sensitivitas hash terhadap perubahan sekecil satu bit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SHA-256 mampu mendeteksi manipulasi data dengan akurasi verifikasi mencapai 100%, dan perubahan sekecil satu karakter menghasilkan nilai hash yang berbeda secara signifikan dengan avalanche effect mendekati 50%. Integrasi SHA-256 dalam sistem verifikasi integritas terbukti meningkatkan keamanan, integritas, dan akuntabilitas data digital. Dengan demikian, implementasi SHA-256 dapat menjadi solusi yang efektif dan efisien dalam mencegah manipulasi informasi serta menjamin integritas data digital di berbagai domain aplikasi.

Published

2026-09-22

Issue

Section

Articles